Jumat, 22 Juni 2012

I still love you part2


Sorry lama nge postnya ya, baru sempet nge-blog nih hehehe :p

Seminggu setelah kau pergi, kujalani hari-hari tanpa semangat sekalipun.
sudah pasti ini karena efek patah hati.
kebanyakan perempuan kalau habis putus sama pacarnya pasti mau ngapa-ngapain itu bawaannya selalu malas. gak bersemangat. pokoknya memble banget deh pasti.
aku ingin sekali rasanya menjauh darimu. tidak bertemu kamu setiap hari saat istirahat di sekolah dan yang paling utama tidak berhadapan denganmu. tapi entah kenapa setiap jam istirahat atau saat aku izin keluar kelas untuk pergi ke toilet, kadang aku selalu bertemu denganmu. dan itu sangat membuatku merasa canggung.
aku melihat sedikit perubahan darimu. kamu tidak seperti yang dulu. dulu saat sebelum kita pacaran kadang kamu masih sering menyapaku atau hanya sekedar tersenyum saja. tapi sekarang? jarang sekali. kau terlihat cuek sekali padaku. saat kau berjalan didepanku, boro-boro tersenyum atau menegur sapa. kau malah terus berjalan santai menengok ke depan. tanpa menoleh sedikit pun ke arahku.
seakan-akan kau berpura-pura tidak melihatku. intinya sekarang kau sombong padaku.
aku tidak mengerti  mengapa tiba-tiba kau bisa berubah seperti itu. tapi.....sudahlah. biarkan saja. buat apa dipikirkan toh memang wajar kalau dia bersikap seperti itu sekarang. karena statusku dan dia sudah bukan "in relationship" lagi. just friend. remember! just friend.

***
Keesokan harinya saat aku baru masuk kelas, aku tidak sengaja mendengar obrolan temanku.
dia sedang bercerita ke temannya. subjek yang diceritakan-nya adalah kamu.
dengar-dengar dari gosip anak kelas sebelah, kamu sudah tidak sendiri lagi. kamu sudah mempunyai wanita baru pengganti diriku.
nyesssssss.......detik itupun juga mataku mulai terasa panas. tapi buru-buru kutahan agar tidak menetes. dan buru-buru juga kupasang tampang poker face. Aku berpura-pura tidak peduli. padahal dalam hati ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan kekesalan dan rasa cemburu dalam hatiku. Tapi itu tidak mungkin kulakukan. Karena “kelas” bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Aku hanya bisa duduk terpaku ditempatku. Kecewa. Segitu cepatnya kamu menemukan pengganti diriku dan segitu cepatnya juga kamu melupakanku. Sekarang aku baru tau inilah alasanmu yang sesungguhnya mengapa kau meminta untuk mengakhiri hubungan denganku seminggu yang lalu. Ternyata karena kamu telah mencintai wanita lain. Pada saat itu, mungkin kau tidak enak hati untuk mengatakan yang sebenarnya kepadaku. Jadi kau hanya memberikan alasan bahwa kau merasa kita lebih cocok untuk berteman saja. Aku tidak menyangka kau tega melakukan ini padaku. Belum 2 minggu setelah kau putus dariku, kau sudah jadian dengan orang lain. Apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana dengan perasaanku, ketika melihat kamu sekarang telah menjadi milik orang lain? Apalagi orang itu tersebut adalah orang yang sudah aku anggap seperti kakak-ku sendiri. Aku sangat tidak percaya dengan kenyataan yang aku lihat sekarang. Ternyata orang yang aku anggap baik selama ini belum tentu dia benar-benar baik hatinya. Benar apa kata pepatah “don’t judge a book by it’s cover!”

***
karena kasihan melihatku murung terus beberapa hari ini, temanku berniat untuk menghiburku. Malam ini mereka mengajakku hangout ke sebuah café di Jakarta yang terkenal asik untuk nongkrong. Kebanyakan cewek galau bilang kalu mereka lagi suntuk pikirannya, mereka pasti akan dating ke cafe ini untuk sejenak menenangkan pikirannya dan melupakan sekelebat masalah yang sedang ia hadapi. Menurutku mereka lebih memilih tempat ini untuk sejenak menenangkan pikirannya karena disini sih lumayan banyak cowo-cowo ganteng nan kece serta macho-macho pula. Makanya kebanyakan cewe-cewe galau itu memilih untuk kesini. Lumayan buat cuci mata. Selain itu disini juga ada sedikit rak untuk tempat novel-novel remaja, komik, serta majalah-majalah  remaja yang lagi nge-trend saat ini. Kita boleh membacanya gratis! Dengan catatan tidak merusaknya dan mengembalikan kembali ke tempatnya dengan rapih. Asik sekali bukan? Ditambah lagi dengan suasana cafe yang menarik dan sangat nyaman serta homeband yang menyanyikan lagu-lagu yang membuat suasana makin asik saja disini, Membuat setiap pelanggan yang datang selalu betah berlama-lama disitu.
Malam ini florenza cafe terlihat ramai, mungkin karena malam minggu jadi banyak pengunjug yang datang. Saat memasuki cafe, kami memilih tempat duduk yang menghadap ke dunia luar di pinggir dekat taman, dan menghadap kearah homeband yang sedang menyanyikan lagu-lagu itu, suasananyan sangat asri dan terkesan asik sekali. Tidak salah teman-temanku mengajakku hangout kesini. Menurutku tempat ini sangat romantis untuk orang yang sedang berpacaran. Tapi sayangnya aku tidak punya pacar, aku kesini hanya ditemani teman-teman yang setia sekali padaku. Tapi itu justru lebih baik. Saat kami duduk pelayan pun datang untuk mencatat pesanan kami. Aku hanya memesan 1 cheese cake dan ice chocolate karena saat ini perutku sedang tidak mood untuk makan yang berat-berat.
Ketika pesanan kami sudah datang, temanku tara mengajakku pergi ke toilet karena katanya dia udah kebelet dan udah diujung tanduk ingin buang air kecil. Setelah menunggu rada lama akhirnya si tara keluar juga dan kami langsung menuju ke tempat duduk kami. Saat sedang berjalan, aku tidak sengaja melihat ‘dia’ dengan ‘pacar barunya’ memasuki cafe. Oh tuhan kenapa kau mempertemukan aku dengannya lagi disaat aku ingin bersenang-senang dengan temanku? Secara spontan aku pun berhenti berjalan dan mengamati mereka sampai mereka duduk di pojok cafe. Tara menabrakku dari belakang “haduh, na lo kenapa sih kok tiba-tiba kok berhenti jalan gitu?” gerutu tara. “Ra, lo liat deh yang duduk dipojokan sana ada andra sama kesya tuh lagi dinner bareng.” Kataku. “eh iya tuh na, duileh mesra amat sih tuh dua orang pake pegang-pegangan tangan segala lagi. Trus lo liat deh si kesya megang mawar merah tuh na, jangan-jangan tadi barusan dikasih sama si andra lagi. Ckcck gue jadi iri..” ucapnya panjang lebar dan membuat orang menjadi panas. Si tara ini memang kalu ngomong selalu nyerocos dan asal nyeplos aja. ingin rasanya kukemplang kepalanya saat ini juga. Memangnya dia tidak nyadar apa kalau sekarang ini ada aku disampingnya yang jealous setengah mati ngeliat si andra sama kesya itu, dia bukannya menarikku pergi eh malah ikut-ikutan ngeliatin juga dan tambah memanas-manasi suasana lagi. Aku jadi enek sekali melihat mereka berdua disana. Gerutuku dalam hati yang paling dalam dan amat sangat dalam saking kesalnya.
Akhirnya akulah yang menarik tara untuk pergi dari situ dan menghampiri teman-temanku yang lain. “na, kenapa kok muka lo kusut begitu kayak benang kusut aja?” Tanya lala saat melihat tampangku yang-mungkin-tanpa-kuketahui-saat-ini-memang-sudah-kusut. “muka dia emang udah kusut kayak benang dari dulu kali,la” jawab andin sambil cekikikan. Sudah tau mukaku kusut malah tambah dibikin kusut lagi. Menyebalkan. “ah tau deh serah lo aja, yang penting sekarang kita pindah dari café ini aja deh yuk trus cari tempat tongkrongan yang lebih asik. Disini udah gak asik!” jawabku dingin dengan sedikit emosi. Bukannya langsung beranjak dari tempat duduk mereka malah melongo dulu menatapku. Sebelum mereka mengeluarkan bejibun pertanyaan tentang mengapa aku mengajak pindah dari café ini, si tara sudah memberikan alasan yang tepat kepada mereka. “ituloh gara-gara ada si andra sama kesya disini. Makanya lana ngajak pindah ke café lain.” “HAH?! IYA?! DIMANA?!” serentak 3 cewek didepanku ini heboh banget mukanya serasa habis ngeliat hantu bergelantungan disekeliling café. Sampai-sampai orang yang berada di meja dekat tempat kami langsung menengok kearah kami. Aku langsng malu sekali. Dasar teman tidak tahu malu. Batinku. “iya ada, dipojokan sana” kataku sambil menunjuk kearah pojokan café. “huh, yaudahlah ayo cabut.” Kata lala akhirnya.
Aku tahu teman-temanku ini sekarang merasa jengkel padaku. Bagaimana aku tidak tau kalau mereka jengkel padaku? Muka muka mereka sudah seperti  baju yang dilipat-lipat dan siap untuk dimasukkan kedalam lemari. Tapi karena disini akulah orang yang ‘diajak dan ingin dihibur’ oleh teman-temanku akhirnya dengan lapang dada mereka pun menuruti apapun yang aku inginkan. Contohnya ya seperti sekarang ini, aku meminta pindah ke cafe lain dan mereka pun menyetujuinya. Ah mereka memang teman-temanku yang baik^^

***
Saat ingin keluar dari café, terpaksa kami harus melewati tempat andra dan kesya yang sedang dinner dan mesra-mesraan disitu. Rasanya ingin sekali aku menggrauk-grauk meja dinner mereka dan merusak segalanya disitu. Tapi tindakan fantastis itu tidak mungkin aku lakukan nanti aku pasti disangka wong gendeng  yang kabur dari RSJ.
Sip! Pas aku bersama teman-temanku melewati mereka berdua, andra melihatku! Ya dia melihatku! Sorot matanya masih sama seperti dulu, teduh dan membuatku selalu merasa tenang. Yap! Sial. Aku rindu sekali tatapan teduhnya itu. Ketika dia melihatku aku juga balas melihatnya dan seketika itu pun juga kesya juga melihat kearahku. Dia memamerkan tampang yang seolah-olah mengatakan bahwa dia bangga karena bisa memiliki andra sekarang. Dan menurutku itu tampang yang paling norak yang pernah kulihat disepanjang masa ini. Aku balas tatapan dua manusia itu dengan memamerkan tampang sengak-ku dan menaikkan satu alis sebelah kiri-ku. Tetapi hanya sedetik (mungkin) aku menatap mereka. Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan mereka tanpa mengatakan/menyindir sepatah katapun. Wuhu baik sekali ya diriku. Hahaha. Aku bingung mengapa orang sebaik diriku ini masih juga diizinkan untuk merasakan sakit hati oleh tuhan. Padahal kan banyak orang bilang kalau orang baik itu pasti akan bahagia. Tapi aku? Aku orang baik tapi aku tidak bahagia. Malah sekarang aku justru merasa hidupku ini sangat membosankan dan melelahkan. Hah sudahlah sudah cukup aku kepedean disini dengan mengatakan aku ini orang yang baik. Kan belum tentu orang diluar sana menilaiku baik. Setiap orang kan pasti punya penilaian yang berbeda terhadap sikap orang lain. Mungkin menurutku aku ini baik tapi menurut orang lain belum tentu aku ini baik. Siapa tau aku menyebalkan atau menjengkelkan. Aku tidak tau. Yang penting intinya sekarang aku harus berpikiran positif saja.
Aku yakin setelah kutinggalkan secara tiba-tiba tadi pasti si andra dan kesya tercengang-cengang melihat sikapku yang sok iye barusan. Hahaha masa bodo emang aku pikirin…
Aku merasa aneh pada diriku saat ini. Entah mendapat kekuatan dari mana secara tiba-tiba aku tidak menangis bahkan aku tidak merasa sedih sedikit pun saat melihat andra bersama wanita lain. Padahal kalau mengingat hari-hari kemarin aku sungguh sangat lembek sekali dan mudah banget untuk menangis kalau mengingat tentang andra. Apalagi ini, aku bertemu dengannya. Mengingat tentangnya saja aku sudah menangis apalagi bertemu. Seharusnya aku nangis kejer tapi ini tidak. Yang sekarang kurasakan hanyalah rasa benci dan kesal dihatiku saat melihatnya. Sudah tega menyakitiku tidak minta maaf pula. Bagaimana aku tidak benci dan kesal coba?
Aku bersyukur dengan hadirnya rasa benci dan kesalku ini. Ini membuatku sadar bahwa buat apa aku terus-terusan buang-buang air mata hanya untuk orang yang jahat dan tega menyakitiku. Mungkin ini pertanda bahwa cepat atau lambat aku pasti bakalan mudah untuk melupakan andra. Dari sini aku bisa mengambil kesimpulan bahwa pertama kali diputusin itu memang sangat sakit dan menangis itu wajar untuk dilakukan untuk mengeluarkan segala sakit hati di dada yang digantikan dengan air yang turun dari mata.Tapi setelah itu lama kelamaan kita pasti bakalan sadar bahwa percuma terus-terusan membuang air mata hanya untuk orang yang sudah menyakiti kita. Menangis sih ya wajar-wajar saja asal jangan berlebihan. Mending air matanya disimpan aja buat lebaran kalau lagi acara sungkeman (salam-salaman sama keluarga). Ternyata emang benar ya disetiap masalah itu pasti akau selalu ada hikmahnya J
***
Keesokan paginya aku bangun dan langsung merasakan betapa pegalnya diriku. Karena semalaman kemarin kuhabiskan untuk jalan-jalan dan nongkrong bareng di pim bersama teman-temanku hingga pulang larut malam. Aku langsung beranjak dari kasurku dan menuju kamar mandi, mencuci muka, serta menggosok gigi. Dan kemudian berganti pakaian untuk lari pagi. Ini sudah merupakan kegiatan rutinku  saat libur dipagi hari sejak kecil. Setelah semuanya siap, aku pun langsung turun melesat ke ruang makan dan  meminum setengah gelas susu dan berpamitan dengan mama.
Udara pagi sejuk terasa, jalanan disekitar kompleks perumahanku juga masih sepi belum terlalu banyak orang. Serasa kompleks ini saat ini milikku. Aku berlari kesana kemari dan terus berlari-lari kecil sambil mendengarkan lagu dari ipodku. Entah mengapa aku semangat sekali dipagi hari ini. “huu wouwoo that something bout love that break your heart wo..o..o..o but don’t give up that something bout love..” saking semangatnya aku sampai bersenandung ria menyanyikan sedikit reff dari lagu david archuleta yang berjudul something bout love itu. Menurutku lagu itu sedang cocok untuk suasana hatiku sekarang. Selain lagunya yang bersemangat liriknya juga menurutku cocok dan ngena banget untukku hehehe, jadi tak ada salahnya kan aku bernyanyi-nyanyi ria sekarang? Toh tidak bakalan ada korban yang terkena sakit kuping kok. Kan jalanan kompleks masih sepi, jadi hanya aku yang mendengarkan suara cemprengku ini. Setelah merasa lelah, aku beristirahat sebentar ditaman dan membeli satu botol aqua. Aku langsung meneguknya sampai habis secepat kilat. Karena aku benar-benar haus sekali seperti orang yang tidak pernah minum sewindu (lebay banget). Setelah beristirahat sebentar dan meluruskan otot-otot kaki yang terasa pegal, aku pun melanjutkan acara lari pagiku menuju ke rumah tercintah. Perutku sudah mengeliut geliut minta diisi. Aku yakin mama dan mbok darmi pasti sudah menyiapkan makanan yang enak dan siap disantap olehku saat tiba nanti.
Setibanya dirumah aku langsung melepas sepatu olahragaku dan langsung ngacir ke ruang makandengan bau keringat yang masih menempel ditubuhku. Eww. Mencium bau udang goreng mayonise favoritku aku langsung merasa tergiur dan tanpa buang waktu aku berniat untuk mencomotnya. Baru saja aku ingin mengambil udang itu tiba-tiba mama sudah nyerocos “na, tadi ada teman kamu telfon. Mama bilang kamu lagi lari pagi. Trus dia titip pesan ke mama katanya kalau kamu sudah pulang kamu disuruh nge-check hp katanya” aku tertegun, siapa temanku yang rajin amat nelfonin aku pagi-pagi sampai ke telefon rumah segala lagi. “memangnya yang nelfon cowo/cewe ma?” tanyaku. “cowo na, ciee lana ditelfon cowo pagi-pagi.” aku langsung lari naik kekamarku dan melupakan si udang mayonise demi mengecheck hp-ku karena aku penasaran banget siapa cowo yang menelfonku pagi-pagi itu. Di monitor hp-ku tertera 15 panggilan tidak terjawab. Seketika aku langsung melongo begitu mengetahui siapa yang melfonku sampai 15x dipagi hari ini. Nomor itu sangat kukenal walaupun sudah kuhapus dari contact-ku, tapi aku masih saja mengingatnya. Itu nomor andra! Ragu-ragu ingin ku telfon balik tapi aku malas, tapi jika tidak kutelfon aku akan dihantui rasa penasaran terus. Ujung-ujungnya akhirnya ku telfon juga. Belum sempat mengucapkan “hallo” andra sudah mendahuluiku dan langsung mengatakan “na, bisa gak kalau sore ini kita ketemuan ditaman sari? Ada yang mesti gue omongin sama lo. Penting banget na. plis bisa ya?” speechles. Aku terdiam cukup lama hingga telfon diseberang kembali menegurku “hallo, na? na? lo masih hidup kan? na? halo? Halo?” “eh iya ndra, sorry sorry lo tadi bilang mau ketemuan di taman sari? Emang lo mau ngomongin apaansih? Penting banget gitu sampe harus ketemuan segala?” jawabbku jutek. “iya na penting, bisa ya?” rayunya lagi. “hhh oke deh bisa. Jam berapa?” “sekitar jam 4an na” kata andra. “oke sip” jawabku datar dan singkat. “bisa ya na?” tanyanya sekali lagi meyakinkan. “iya” jawabku singkat dan datar lagi. “oke sip, thanks ya na” setalah itu telfon pun ditutup dan berganti dengan bunyi tutt..tutt..tutt..
Aku bingung 3 keliling. Aku masih bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakan andra sampai-sampai aku harus bertemu dengannya. Jujur aku malas sekali. Tapi sudahlah tak usah dibingungin. Tunggu saja jawabannya sore nanti. Yang penting sekarang aku harus turun ke bawah dan melahap udang mayonise ku…

***
Sore hari ditaman sari…
Lebih tepatnya taman saat andra memutuskan ku waktu itu.
Dia datang lebih awal dan sudah menungguku duduk dibangku taman.
Aku menghampirinya dan langsung duduk disebelahnya. Diam. Yang terdengar hanya  hembusan napasku dan andra. Aku paling tidak suka suasana canggung seperti ini, biasanya kalau sudah begini aku langsung membuka pembicaraan dengan banyak topik yang sudah ada dikepalaku. Tapi untuk sekarang ini, aku menahan diri untuk berbicara. aku ingin andra yang memulai pembicaraan duluan.
10 menit berlalu akhirnya andra mulai bersuara juga. Tapi, sekalinya bersuara dia membuatku terkaget-kaget. “gue minta maaf” 3 kata itulah yang membuatku kaget. Aku tidak percaya 3 kata itu secara tiba-tiba bisa terlontar dari mulut andra. Aku pikir dia tidak akan pernah mengucapakna 3 kata itu padaku.
“minta maaf untuk apa?” tanyaku pura-pura berlaga blo’on. “untuk semua yang gue lakuin ke lo. Sorry gue udah nyakitin lo dan dengan waktu yang singkat setelah putus gue langsung jadian sama orang lain.” Wetdeh, masalah udah dari kapan dia baru nyadar sekarang kalo dia itu udah nyakitin gue. Banget malah. Tapi gpp lah dari pada dia ngga nyadar-nyadar? Lebih bagus begini nyadarnya. Ya walaupun telat. Batinku dalam hati. “yaudahlah, udah berlalu ini kan? gausah dibahas lagi lah ndra.” Jawabku tenang. “tapi gue ngga bisa tenang na, saat gue lagi berdua sama kesya atau saat gue lagi sendirian di kamar, gue selalu keinget lo lagi dan lo lagi. Gue ngerasa bersalah banget sama lo, maka dari itu gue minta ketemuan sama lo sekarang. Gue cuman mau minta maaf sama lo supaya hati gue tenang dan ngga diliputi lagi sama rasa bersalah.” Jelasnya secara detail. “ndar, gue boleh nanya?” aku bertanya selirih mungkin. “boleh” jawab andra.  “sebenarnya pas waktu lo mutusin gue, alasannya bukan karena lo ngerasa kita lebih cocok jadi teman kan? tapi karena lo suka sama kesya. Iya kan ndra?” dag dig dug serrr. Andra mendesah. “oh masalah itu, iya na apa kata lo itu emang benar. Gue suka sama kesya makanya gue mutusin lo. Gue ngga pengen buat lo lebih sakit hati makanya gue cepet-cepet mutusin lo. Sorry naa gue nggaa…” belum sempat andra menyelesaikan penjelasannya sudah kupotong duluan. “iya ndar gpp kok gue ngerti. Gue cuman pengen mastiin aja dugaan gue selama ini benar atau salah. Emang lo suka sama kesya udar dari kapan ndra? Kalo gue boleh tau” tanyaku karena penasaran. “sehari sebelum kita putus. Waktu itu gue ketemu dia di mall, trus gue ngga sengaja nabrak dia dan bungkus j.co nya jatuh. Gue ngga enak sama dia, akhirnya gue ngajak dia ke j.co dan ngegantiin donatnya. Disitu kita juga ngopi bareng sambil ngobrol-ngobrol. Dari situlah gue suka sama dia.” Jujur ya sekarang ini aku nyesek pas dengar kata-kata andra barusan. Tapi aku harus kuat! Gaboleh nangis na gaboleh cengeng! Aku menyemangati diriku sendiri dalam hati. “na, lo mau maafin gue kan?” pinta andra. “gue emang sakit hati pas itu gue juga sakit hati banget pas ngeliat lo sama kesya dinner berdua kemarin di florenza. Apalagi sekarang pas tau lo suka sama kesya sehari sebelum kita putus. Jujur sekarang ini gue nyesek ndra dengernya. Hehe,” aku berhenti sebentar dan tertawa maksa sedikit untuk menghibur hatiku yang lagi nyesek ini. Lalu kulanjutkan kata-kataku. “tapi ngga ada salahnya kan buat gue untuk memaafkan itu semua” kataku tulus sambil memberanikan diri untuk menatap mata andra yang teduh dan menenangkan itu. “makasih banyak na, lo orang baik. Gue yakin suatu saat lo pasti bakalan dapet orang yang lebih baik dari gue. Sekali lagi sorry ya na udah nyakitin lo. Kita tetep bisa jadi teman seperti dulu kan?” ucap andra sambil mengajukan jari kelingkingnya kepadaku. Aku pun membalas melilitkan jari kelingkingku dikelingking andra dan menjawab dengan mantap “bisa ndra!”
Aku tersenyum. Tersenyum karena masalah ini sudah berakhir dengan baik. Tersenyum karena aku sudah bisa mengikhlaskan andra untuk kesya. Tersenyum karena andra mengajakku untuk berteman baik seperti dulu. Lega dan plong sekali rasanya. mungkin sekarang ini aku still love sama kamu ndra. Tapi bukan still love sebagai mantan. Melainkan, still love sebagai teman J
bumi terus berputar dan itu berarti kehidupan juga terus berjalan. Aku tidak boleh menengok ke belakang lagi. Aku harus melihat ke depan! Dari sini aku bisa mendapatkan pelajaran yang berarti. Aku belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain dan mengikhlaskan segala hal yang menyakitkan yang pernah terjadi. Beginilah hidup. Selalu di penuhi dengan rasa manis dan pahit. Jika tidak ada rasa pahit itu tidak akan membuat hidup ini lebih berwarna! :D


oke sekian dari cerita singkat yang asal jadi dari gue ini yaa. semoga lo yang ngebaca suka :-)

keep smile and love your life
nesia ald’syvrJ

2 komentar:

  1. aku cukup,
    bilang waw,
    kren bnget critany,
    xixixi,,,,,

    sukses yah jangan lupa kerumah sederhanaku,
    komen and follback yah,
    se you,

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terimakasih delia :)
      see you too ya :)

      Hapus