Sabtu, 27 Oktober 2012

The first and the Last snowfall for you

Hidup mati memang tidak ada yang tahu...
hidup mati merupakan rahasia besar yang sampai orang pintar pun ngga bakal bisa membongkarnya.
Kamu sudah terbaring dibawa tanah basah itu. Menandakan sudah habis masa mu di bumi ini.
Kamu bukan menyerah ataupun kalah dengan penyakit itu. 
"Tapi memang sudah waktunya..."
itu katamu terahkir kali . padaku . 

***
ini adalah kumpulan-kumpulan memori tentang kamu...

"Satria!!..." panggilan lembut serta senyum ceria itu yang selalu membuatku mengagumi kamu. 
"Hai Nat..mau latihan nih?" tanyaku yang melihat kamu menenteng bola basket. Aku tersenyum, bola basket itu adalah hadiah ulangtahunmu dariku.
"Iya dongg...main sama aku yuuk" kamu merajuk manja. Kalau sudah begini,aku hanya bisa mengikuti kemauanmu. Karena tidak akan ada kekuatan untuk menolaknya sekalipun permintaan yang sulit kamu berikan untukku.

***
Kamu adalah seorang perempuan tertangguh yang pernah aku lihat...
"Nat?kamu sakit?" tanyaku karena melihat bibirmu memutih dan wajahmu yang terlihat pucat
"Ahkir-ahkir ini aku sering pusing Sat. Tapi gapapa kok,ayo kita main.." 
Aku merasa gelisah. Tapi ahkirnya aku memutuskan untuk bermain juga. Langit mendung ini tidak akan membuatmu terlalu berpeluh dan capek . Makanya aku menuruti kamu...

seru sekali bermain basket denganmu. Kita tertawa lepas . 
angin mendung menerpa rambutmu yang panjang,yang membuatmu tampak lebih cantik dan tangguh. 
Terlalu mengagumi keindahan itu, bola basket ditangan ini lepas karena direbut oleh kamu. 
apakah ini salah satu trik mu?
kamu sudah siap ingin melakukan tree point. tapi tiba-tiba...
"Nat...Natal...kamu kenapa? Nat bangunn.."
kamu terkulai lemas dan memejamkan mata.

*** 
aku langsung melarikan mu ke Rumah sakit . Dan Menghubungi orangtuamu.
berkali-kali aku memanggil namanu untuk segera bangun . Tapi kamu masih dengan tenangnya merapatkan kelopak matamu. 
"Satriaa?apa yang terjadi dengan Natal?"
"saya gatau tante. wajah Natal memang daritadi pucat"
"tante juga sedang bingung dengan Natal. Setiap hari dia selalu mimisan. Wajahnya selalu pucat" isakan ibumu membuatku tambah khawatir.
kamu kenapa Natal?

***
ibumu dipanggil oleh dokter ke ruangannya. Aku bingung.
kukira dokter itu akan keluar ruangan tempat kamu tidak sadarkan diri dengan berkata "semuanya baik-baik saja"
namun ternyata tidak, 
singkatnya, sehabis keluar dari ruangan dokter. Ibumu menangis sejadi-jadinya sambil di tuntun oleh seorang suster. Aku makin bingung. 
apa yang sebenarnya terjadi?
ibumu mendudukan diri dikursi sebelah ku dan menyodorkan amplop coklat. tanpa pikir panjang aku merobeknya sejadi-jadinya dan melihat isi kertasnya...
aku bagai tersambar petir.
tertera "postif leukimia limfostik akut"

***
sama seperti ibumu, begitu kamu mengatahuinya kamu menangis sejadi-jadinya. 
Kamu meraung sejadi-jadinya. Kamu marah terhadap tuhan. Dan kamu marah terhadap dirimu sendiri.
Selama ini semua orang mengenalmu seorang cewek yang tangguh. Yang merupakan playmaker di tim basket mu. 
Sekarang apa daya, mau tidak mau kamu harus melepas hobi mu itu. 
karna hanya akan memperlemah kondisi fisikmu . Leukimia mu sudah mendudukin stadium yang cukup serius.

Hari-hari yang kau lalui penuh dengan tangisan. 
Kamu tidak boleh terus begini Natal... 
Maka pada hari minggu aku membawamu ke Gereja. Agar kamu bisa mengerti.
segala sesuatunya terjadi karena Tuhan punya rancangan terbaik . 
dan ketika ibadah telah usai,kamu menggerakan kursi rodamu ke arah salib Yesus.
"Natal.. mau tau fakta istimewa?" tanyaku
"apa?" jawabmu serak
"Natalia Christina. kamu lahir dibulan Desember tanggal 25. Persis Hari natal. apa itu tidak istimewa?kamu putri Natal. Kamu lahir di hari yang kudus."
"lalu kenapa?" tanyamu dengan airmata mengalir
"Tuhan Yesus baik terhadapmu Natal... Ia memberikan semua ini kepadamu karna Ia tau. bahwa kamu bisa melaluinya. Segala sesuatunya akan berbalik kepadaNya Natal. Apa kamu menolakNya?apa kamu tidak ikhlas? Ia ingin lebih dekat denganmu Natal.. karena Ia tahu..kamu adalah putri Natal sesungguhnya...."

setelah hari itu, tidak ada lagi airmata mengalir dari sudut matamu,
tidak ada lagi wajah penuh kepasrahan. 
kamu sekarang lebih dekatNya . 
Bahkan ketika ayahmu menawarkan sumsum tulang belakangnya agar bisa di Transplantasi-kan.
kamu menolaknya.
ahkirnya keluargamu dan kamu Menyerahkan semuanya kepadaNya.bukan pasrah.
tapi Kamu memang benar-benar ingin lebih dekat dengnNya lebih dalam lagi.

Sekarang kamu terlihat lebih tegar jika darah segar mengalir dengan derasnya dari hidungmu. Dulu saat pertama kali, kamu menangis dengan marahnya
Tapi tak urung,ketika malam tiba kamu menangis sebelum tidur. Kamu masih meratapinya.
aku pun begitu Natal... hatiku hancur sama dengan hatimu yang hancur saat ini..
"aku tidak mau kehilangan kamu putri Natal.." isakku sambil mendekapmu

hingga tiba,kondisimu makin memburuk. wajahmu seputih kertas. 
dan beruntung ada sebuah Yayasan yang menawarkan pengobatan gratis ke New York.
itu disebabkan karena sebuah artikel yang kubuat untukmu
"Playmaker pebasket tangguh harus menjadi penderita leukimia"
aku seorang penulis di salah satu surat kabar.

awalnya kamu menolaknya, namun aku memohon sambil tersungkur untuk menerimanya
"Natal...pliss aku tidak mau menunggu sampai waktu habis. Mungkin Tuhan ada rencana lain untuk dapat membuatmu sembuh." isak ku
"aku sudah ikhlas Satria.." jawabmu sambil mengelus kepalaku
setelah berbagai bujukan yang datang dariku dan keluargaku, ahkirnya kamu mau.
Keluargamu bilang pengobatan gratis itu merupakan rezeki dari Tuhan .

****
Tibalah keberangkatan kita ke New York.pas sekali dengan musim salju disana. karena bulan ini adalah bulan desember 
 aku ikut. dan orangtuamu menyetujuinya.
"Satria.. aku ingin melihat salju turun. aku penasaran. bagaimana pemandangan salju turun di hari natal. sebentar lagi kan tanggal 25" ucapnya padaku saat di rumahsakit  di daerah Manhattan
"you got it" ucapku tersenyum

***
tepat tanggal 25 desember..
"Happy birthday Nataliaa" aku langsung memeluknya erat 
"terimakasih Satria.. mana hadiahnya?" ucapmu lemah
"ayo ikut aku ke Daerah Brooklyin. I had something to you"

***
pada malam hari-nya, kamu sekeluarga dan aku langsung menuju Brooklyn . 
awalnya dokter yang menanganimu tidak setuju. Namun langsung memperbolehkan melihat kondisimu yang lumayan daripada kemarin
keluargamu,kau suruh tinggal di mobil.
aku langsung menurunkanmu dari mobil dan membawa mu ke sesuatu tempat.
sebuah padang rumput yang luas di Daerah Taman Prospect Park di daerah Brooklyn
padang rumput itu sudah kupersiapkan lampu-lampu natal dan bangku taman
aku mengangkatmu dari kursi roda dan mendudukanmu di kursi taman. kamu mengenadahkan tanganmu untuk menyentuh salju-salju yang turun 
"Merry Christmast and Happy birthday to you Putri Natal" ucapku sambil memberikan semacam figuran Tanaman Mistlotoe
"Thankyou satria.." balasmu sambil menangis dan memelukku.

"Satria..aku bahagia,, aku bahagia kalau hari ini Tuhan memanggilku untuk bersamanya"
ucapmu sambil meletakkan kepalamu di bahuku
"apa yang kamu katakan? kamu tidak boleh berucap seperti itu" jawabku gusar
seketika aku melihat mata Natal terpejam erat , tersungging senyum manis yang menghiasi wajahnya.
Putri Natal sudah bersamanNya .....

***
hari-hari di Manhattan dan Brooklyn merupakan hari yang terindah yang kualami bersamamu putri Natal...
snow fall terindah dan tersakit yang pernah ku alami .

sekarang Nisan putih itu sudah tertulis namanu
"Natalia Christin
25-12-95 - 25-12-12"

selamat jalan putri Natal... aku menyayangimu...

Selasa, 23 Oktober 2012

Seuntai Kata

Ketika sebuah persahabatan harus didasari oleh kemunafikan..
Ketika sahabat merubah derai tawa menjadi derai tangis..
Ketika sahabat merasa masih saling memiliki namun sebenarnya separuhnya hilang..

Tahun-Tahun terahkir ini, mengapa harus dihabiskan dengan kemunafikan,kedengkian,kesakitan,ketidakpedulian,keegoisan?
Katanya kita sahabat?


-Dari separuh sahabatmu
yang bingung memilih dengan siapa ia harus bermain dan berbagi....-

Selasa, 02 Oktober 2012

-

Kalau kamu kira aku baik, kamu salah. Aku ini jahat
Kalau kamu kira aku hebat, kamu salah. Aku ini payah
Kalau kamu kira aku pemberani, kamu salah. Aku ini pengecut
Kalau kamu kira aku cerdas, kamu salah. Aku ini bodoh
Kalau kamu kira aku rajin, kamu salah. Aku ini pemalas
Kalau kamu kira aku kaya, kamu salah. Aku ini miskin
Kalau kamu kira aku cantik, kamu salah. Aku ini buruk
Kalau kamu kira aku pengertian, kamu salah. Aku ini egois
Kalau kamu kira aku kuat, kamu salah. Aku ini lemah


Tapi,
Aku berusaha tersenyum walau ingin menangis
Aku berusaha tenang walau panik
Aku berusaha bangkit walau lelah
Aku berusaha have fun walau booring
Aku berusaha menyayangi walau membenci
Aku berusaha 'baik-baik saja' walau 'tidak sangat baik'


Aku tidak seperti apa yang kamu lihat.
Aku tidak menjadi diriku dihadapanmu.
Aku berusaha menjadi 'impianku' di mata mu.
Aku ingin terlihat Sempurna biarpun sesungguhnya aku 'jauh' dari kata sempurna
Aku ingin terlihat seperti yang lainnya, walau aku tau aku tidak akan pernah bisa seperti mereka.

Aku sudah belajar menghargai.
Aku sudah belajar mengerti.
Tapi tidak satu pun menghargai.
Tidak satu pun mau mengerti.

Satu per satu menjauh.
Satu per satu pergi.
Satu per satu menghilang.
Dan pada akhirnya, aku sendiri.




-Icas-