ngga gampang terpengaruh sama orang,yang bilang tentang kejelekan dan kekurangan sahabatnya sendiri.....
***
"Lo gatau? dia kan ahkir-ahkir ini suka contekin lo ulangan. Kok masih mau sih. Temenan sama dia? sampe sahabatan lagi? kalo gue jadi lo. Gue udah ngacir. Sorry-sorry aja. Kita udah belajar cape-cape dia enak-enakan nyontek"
kata-kata itu selalu terngiang di benakku . Aku memang pernah memergokinya mencontek. Tapii...
dia sahabat ku. Walau dia hobi mencontek ulanganku, dia sahabatku!. Dia yang selalu ada untukku. Mendengarku ku dalam susah maupun senang.
aku senang dengannya. Saat aku sedih,bahkan sampai terisak-isak bercerita dengannya, dia ikut sedih. Tak urung ikut menangis juga
saat aku senang,bahkan sampai tersenyum-senyum sendiri saat bercerita dengannya, dia ikut terseyum-senyum juga.
Namun,ketika mendengar salah seorang temanku berkata demikian, entah mengapa aku merasa keki dengan sahabatku. merasa sebal . Entah dari mana, perasaan itu datang. ahkirnya kuputuskan untuk tidak bergaul dengannya lagi.
esok paginya disekolah ,
dia menyapaku. aku mendiaminya...
dia meletakkan tas nya, yang-segera-ku tau-dia-ingin-duduk-disampingku. Aku menggusurkan diriku sendiri . Tak ingin duduk disampingnya lagi.
dia mengajak ku ke kantin aku mendiaminya. Begitu seterusnya sampai 2 minggu terahkir.
Ia tidak bertanya banyak,mengapa aku bersikap demikian padanya.
Namun terlihatlah jelas dari wajahnya, dia sangat sedih. Dia sedih kuperlakukan seperti itu. Semenjak aku tidak pernah bergaul dengannya lagi, dia selalu tampak kesepian. Dia selalu sendirian. Kadang aku merasa iba . Namun segera kutepiskan perasaan itu begitu ku ingat dia selalu memperalat otak ku untuk mendapat nilai bagus
pagi itu kujalani,dengan biasa. Namun ada yang tidak biasa,saat aku mendapati sebuah surat di kolong meja ku
untuk sahabat sejati..
yang selalu menemaniku dalam suka dan duka..
aku tau, mengapa kamu mendiami ku. Tak mau bergaul denganku lagi. kamu kesal karna aku selalu mencontekmu kan? aku memakluminya kok :) , namun aku punya alasan mengapa aku begitu. Saat musim ujian kemaren, adalah saat momen yang paling berat bagiku. Orangtuaku bercerai. awal-awalnya mereka suka berantem. tak urung aku selalu menangis mendengar dan gak bisa konsen belajar. Tak pelak, 2 hari selalu ribut dengan hebatnya. mereka memutuskan bercerai, saat ayah menampar pipi ibu. Aku tak dapat konsen belajar! sungguh! aku mual. Ahkirnya, kuputuskan untuk menconteki ulangannu. Karna sesungguhnya di otak ini hanya berisi tentang ibuku, ayahku, dannasib keluargaku. Maaf aku tidak berkata langsung padamu, aku sudah akan menduga kamu gak akan mau mendengarkan penjelasanku.
maaf telah membuatmu kesal sahabat.. maaf . Aku tau,aku sudah memilih cara yang salah. Seharusnya aku tak mencontekimu. Maaf.
Ketahuilah.. aku sangat menyesal.
Hari ini keputusan sidang hak asuh atas diriku. ibuku yang mendapatkannya. ibu memutuskan kami akan pindah ke Bandung. Selamat tinggal sahabat..
kamu tetap akan selalu menjadi sahabat sejatiku . selalu....
penyesalan memang datang terlambat. Aku menyesal..
belum menjadi sahabat yang terbaik untuknya......
jika aku masih punya waktu, aku juga gak akan berbuat kayak gini. Aku ingin memutar waktu. Apakah ada yang mempunyai mesin waktu?
tidak! tak akan pernah ada . Bahkan orang secerdik Einsten pun, tak akan ada yg bisa menciptakannya!
Aku menyia-nyiakan sahabatku. sahabat yang harusnya kuberi dukungan, karna telah tertimpa masalah. Aku bukan sahabat yang baik.
akau sahabat yang bodoh.
aku harap, yang membaca kisah ini, mengerti.
Seorang sahabat tak akan pernah mudah terpengaruh akan bisikan dunia yang berkata akan kejelekan sahabatnya sendiri.
Seorang sahabat akan menyadari,jika ada sesuatu yang salah dari sahabatnya
Seorang sahabat harusnya bertanya, mengapa ia melakukan hal seperti itu,bukannya membuat kesimpulan sendiri.
aku menyesal...
Penyesalan memang selalu datang terahkir. Dan terlambat.....
* just my article
keep calm
-Tasya (:
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar