Teman-temannya bilang, dia mempunyai bola mata berwarna coklat terang.
Dia bukanlah orang yang mempunyai keturunan darah biru.
Dia asli orang Indonesia.
Semakin besar dirinya,bola mata itu menjadi berwarna coklat gelap,kabut.
tidak seterang bola mata coklat waktu sd dulu.
Memang dia mempunyai kelainan mata.
Matanya minus 2 kanan kiri.
Namun dia pernah bercerita.
Ada sesuatu hal yang ia miliki ketika mata nya menginjak minus 2.....
***
Dia bercerita
matanya kini sangat kabur. Dulu sewaktu kelas 6, matanya sudah minus. Namun baru minus 1 dan setengah, jadi tidak terlalu bergantung untuk memakai kacamata
dia bercerita
semenjak minusnya naik menjadi 2. Matanya benar-benar kabur. nonton harus memakai kacamata. Bermain komputer harus memakai kacamata,kemana-mana harus memakai kacamata.
Dan menginjak minus 2 ini, matanya benar-benar peka.
dia bercerita
dirumahnya dia sering melihat bayangan-bayangan putih hitam melintas. Dia hanya berpikir pastilah efek imajinasinya karna pada saat itu dia sedang ketakutan.
Namun dia bercerita lagi, dalam keadaan tidak takut pun, dia bisa melihatnya. Dia bisa merasakannya.
Melihatnya memang hanya sekedar bayangan itu lewat. Tapi benar-benar membuat.....
Kadang bayangan itu bisa ditangkap oleh mata minusnya pada saat keadaan tidak tersengaja.
contohnya seperti ketika dia tidak sengaja menolehkan kepalanya, bayangan itu lewat! lewat!
kadang katanya, berwarna putih. atau hitam. atau berwujud.
Dia juga dapat merasakannya! bayangkan saja, dia bisa tidur berkeringat dengan kamar ber ac bersuhu 25derajat celcius, dengan keadaan mata terbuka dan mata mendelik ke setiap sudut kamarnya
katanya, "Rumahku sudah kosong bertahun-tahun. Dan aktifitas mereka paling bisa gue rasakan saat di kamar gue ini"
Kadang dia juga pernah mengdengar suara dari bayangan itu.
percaya tidak percaya. rumahnya memang menyeramkan.
katanya "depan jendela kamarku ada gang kecil didepannya ada pohon mangga. Mereka disitu"
Apapun yang dia ceritakan, benar-benar membuat perut ini mual.
bibinya pernah berpesan,katanya
"nyalakan semua sudut rumahmu dengan lampu. jangan pernah matikan. Jika kamu melihatnya. Jangan pedulikan"
Sesungguhnya "Dia" dalam cerita ini adalah
aku.
aku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar