Sorry lama nge postnya ya, baru sempet nge-blog nih
hehehe :p
Seminggu setelah kau
pergi, kujalani hari-hari tanpa semangat sekalipun.
sudah pasti ini karena
efek patah hati.
kebanyakan perempuan
kalau habis putus sama pacarnya pasti mau ngapa-ngapain itu bawaannya selalu
malas. gak bersemangat. pokoknya memble banget deh pasti.
aku ingin sekali rasanya
menjauh darimu. tidak bertemu kamu setiap hari saat istirahat di sekolah dan
yang paling utama tidak berhadapan denganmu. tapi entah kenapa setiap jam
istirahat atau saat aku izin keluar kelas untuk pergi ke toilet, kadang aku
selalu bertemu denganmu. dan itu sangat membuatku merasa canggung.
aku melihat sedikit
perubahan darimu. kamu tidak seperti yang dulu. dulu saat sebelum kita pacaran
kadang kamu masih sering menyapaku atau hanya sekedar tersenyum saja. tapi
sekarang? jarang sekali. kau terlihat cuek sekali padaku. saat kau berjalan
didepanku, boro-boro tersenyum atau menegur sapa. kau malah terus berjalan
santai menengok ke depan. tanpa menoleh sedikit pun ke arahku.
seakan-akan kau
berpura-pura tidak melihatku. intinya sekarang kau sombong padaku.
aku tidak mengerti
mengapa tiba-tiba kau bisa berubah seperti itu. tapi.....sudahlah.
biarkan saja. buat apa dipikirkan toh memang wajar kalau dia bersikap seperti
itu sekarang. karena statusku dan dia sudah bukan "in relationship"
lagi. just friend. remember! just friend.
***
Keesokan harinya saat
aku baru masuk kelas, aku tidak sengaja mendengar obrolan temanku.
dia sedang bercerita ke
temannya. subjek yang diceritakan-nya adalah kamu.
dengar-dengar dari gosip
anak kelas sebelah, kamu sudah tidak sendiri lagi. kamu sudah mempunyai wanita
baru pengganti diriku.
nyesssssss.......detik
itupun juga mataku mulai terasa panas. tapi buru-buru kutahan agar tidak
menetes. dan buru-buru juga kupasang tampang poker face. Aku berpura-pura tidak
peduli. padahal dalam hati ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya
untuk melampiaskan kekesalan dan rasa cemburu dalam hatiku. Tapi itu tidak
mungkin kulakukan. Karena “kelas” bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan
hal seperti itu. Aku hanya bisa duduk terpaku ditempatku. Kecewa. Segitu
cepatnya kamu menemukan pengganti diriku dan segitu cepatnya juga kamu
melupakanku. Sekarang aku baru tau inilah alasanmu yang sesungguhnya mengapa
kau meminta untuk mengakhiri hubungan denganku seminggu yang lalu. Ternyata
karena kamu telah mencintai wanita lain. Pada saat itu, mungkin kau tidak enak
hati untuk mengatakan yang sebenarnya kepadaku. Jadi kau hanya memberikan alasan bahwa kau merasa kita lebih cocok untuk berteman saja. Aku tidak menyangka
kau tega melakukan ini padaku. Belum 2 minggu setelah kau putus dariku, kau
sudah jadian dengan orang lain. Apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana dengan
perasaanku, ketika melihat kamu sekarang telah menjadi milik orang lain?
Apalagi orang itu tersebut adalah orang yang sudah aku anggap seperti kakak-ku
sendiri. Aku sangat tidak percaya dengan kenyataan yang aku lihat sekarang.
Ternyata orang yang aku anggap baik selama ini belum tentu dia benar-benar baik
hatinya. Benar apa kata pepatah “don’t judge a book by it’s cover!”
***
karena kasihan melihatku
murung terus beberapa hari ini, temanku berniat untuk menghiburku. Malam ini
mereka mengajakku hangout ke sebuah café di Jakarta yang terkenal asik untuk
nongkrong. Kebanyakan cewek galau bilang kalu mereka lagi suntuk pikirannya,
mereka pasti akan dating ke cafe ini untuk sejenak menenangkan pikirannya dan
melupakan sekelebat masalah yang sedang ia hadapi. Menurutku mereka lebih
memilih tempat ini untuk sejenak menenangkan pikirannya karena disini sih
lumayan banyak cowo-cowo ganteng nan kece serta macho-macho pula. Makanya
kebanyakan cewe-cewe galau itu memilih untuk kesini. Lumayan buat cuci mata. Selain
itu disini juga ada sedikit rak untuk tempat novel-novel remaja, komik, serta
majalah-majalah remaja yang lagi
nge-trend saat ini. Kita boleh membacanya gratis! Dengan catatan tidak
merusaknya dan mengembalikan kembali ke tempatnya dengan rapih. Asik sekali
bukan? Ditambah lagi dengan suasana cafe yang menarik dan sangat nyaman serta
homeband yang menyanyikan lagu-lagu yang membuat suasana makin asik saja
disini, Membuat setiap pelanggan yang datang selalu betah berlama-lama disitu.
Malam ini florenza cafe
terlihat ramai, mungkin karena malam minggu jadi banyak pengunjug yang datang.
Saat memasuki cafe, kami memilih tempat duduk yang menghadap ke dunia luar di
pinggir dekat taman, dan menghadap kearah homeband yang sedang menyanyikan
lagu-lagu itu, suasananyan sangat asri dan terkesan asik sekali. Tidak salah
teman-temanku mengajakku hangout kesini. Menurutku tempat ini sangat romantis untuk orang yang sedang berpacaran. Tapi sayangnya aku tidak punya pacar, aku
kesini hanya ditemani teman-teman yang setia sekali padaku. Tapi itu justru
lebih baik. Saat kami duduk pelayan pun datang untuk mencatat pesanan kami. Aku
hanya memesan 1 cheese cake dan ice chocolate karena saat ini perutku sedang
tidak mood untuk makan yang berat-berat.
Ketika pesanan kami
sudah datang, temanku tara mengajakku pergi ke toilet karena katanya dia udah
kebelet dan udah diujung tanduk ingin buang air kecil. Setelah menunggu rada
lama akhirnya si tara keluar juga dan kami langsung menuju ke tempat duduk
kami. Saat sedang berjalan, aku tidak sengaja melihat ‘dia’ dengan ‘pacar
barunya’ memasuki cafe. Oh tuhan kenapa kau mempertemukan aku dengannya lagi
disaat aku ingin bersenang-senang dengan temanku? Secara spontan aku pun
berhenti berjalan dan mengamati mereka sampai mereka duduk di pojok cafe. Tara
menabrakku dari belakang “haduh, na lo kenapa sih kok tiba-tiba kok berhenti
jalan gitu?” gerutu tara. “Ra, lo liat deh yang duduk dipojokan sana ada andra
sama kesya tuh lagi dinner bareng.” Kataku. “eh iya tuh na, duileh mesra amat
sih tuh dua orang pake pegang-pegangan tangan segala lagi. Trus lo liat deh si
kesya megang mawar merah tuh na, jangan-jangan tadi barusan dikasih sama si
andra lagi. Ckcck gue jadi iri..” ucapnya panjang lebar dan membuat orang
menjadi panas. Si tara ini memang kalu ngomong selalu nyerocos dan asal nyeplos
aja. ingin rasanya kukemplang kepalanya saat ini juga. Memangnya dia tidak
nyadar apa kalau sekarang ini ada aku disampingnya yang jealous setengah mati
ngeliat si andra sama kesya itu, dia bukannya menarikku pergi eh malah
ikut-ikutan ngeliatin juga dan tambah memanas-manasi suasana lagi. Aku jadi
enek sekali melihat mereka berdua disana. Gerutuku dalam hati yang paling dalam
dan amat sangat dalam saking kesalnya.
Akhirnya akulah yang menarik
tara untuk pergi dari situ dan menghampiri teman-temanku yang lain. “na, kenapa
kok muka lo kusut begitu kayak benang kusut aja?” Tanya lala saat melihat
tampangku yang-mungkin-tanpa-kuketahui-saat-ini-memang-sudah-kusut. “muka dia
emang udah kusut kayak benang dari dulu kali,la” jawab andin sambil cekikikan.
Sudah tau mukaku kusut malah tambah dibikin kusut lagi. Menyebalkan. “ah tau
deh serah lo aja, yang penting sekarang kita pindah dari café ini aja deh yuk
trus cari tempat tongkrongan yang lebih asik. Disini udah gak asik!” jawabku
dingin dengan sedikit emosi. Bukannya langsung beranjak dari tempat duduk
mereka malah melongo dulu menatapku. Sebelum mereka mengeluarkan bejibun
pertanyaan tentang mengapa aku mengajak pindah dari café ini, si tara sudah
memberikan alasan yang tepat kepada mereka. “ituloh gara-gara ada si andra sama
kesya disini. Makanya lana ngajak pindah ke café lain.” “HAH?! IYA?! DIMANA?!”
serentak 3 cewek didepanku ini heboh banget mukanya serasa habis ngeliat hantu
bergelantungan disekeliling café. Sampai-sampai orang yang berada di meja dekat
tempat kami langsung menengok kearah kami. Aku langsng malu sekali. Dasar teman
tidak tahu malu. Batinku. “iya ada, dipojokan sana” kataku sambil menunjuk kearah
pojokan café. “huh, yaudahlah ayo cabut.” Kata lala akhirnya.
Aku tahu teman-temanku
ini sekarang merasa jengkel padaku. Bagaimana aku tidak tau kalau mereka
jengkel padaku? Muka muka mereka sudah seperti
baju yang dilipat-lipat dan siap untuk dimasukkan kedalam lemari. Tapi
karena disini akulah orang yang ‘diajak dan ingin dihibur’ oleh teman-temanku
akhirnya dengan lapang dada mereka pun menuruti apapun yang aku inginkan.
Contohnya ya seperti sekarang ini, aku meminta pindah ke cafe lain dan mereka
pun menyetujuinya. Ah mereka memang teman-temanku yang baik^^
***
Saat ingin keluar dari café,
terpaksa kami harus melewati tempat andra dan kesya yang sedang dinner dan
mesra-mesraan disitu. Rasanya ingin sekali aku menggrauk-grauk meja dinner
mereka dan merusak segalanya disitu. Tapi tindakan fantastis itu tidak mungkin
aku lakukan nanti aku pasti disangka wong
gendeng yang kabur dari RSJ.
Sip! Pas aku bersama
teman-temanku melewati mereka berdua, andra melihatku! Ya dia melihatku! Sorot
matanya masih sama seperti dulu, teduh dan membuatku selalu merasa tenang. Yap!
Sial. Aku rindu sekali tatapan teduhnya itu. Ketika dia melihatku aku juga
balas melihatnya dan seketika itu pun juga kesya juga melihat kearahku. Dia
memamerkan tampang yang seolah-olah mengatakan bahwa dia bangga karena bisa
memiliki andra sekarang. Dan menurutku itu tampang yang paling norak yang
pernah kulihat disepanjang masa ini. Aku balas tatapan dua manusia itu dengan
memamerkan tampang sengak-ku dan menaikkan satu alis sebelah kiri-ku. Tetapi
hanya sedetik (mungkin) aku menatap mereka. Setelah itu aku langsung pergi
meninggalkan mereka tanpa mengatakan/menyindir sepatah katapun. Wuhu baik
sekali ya diriku. Hahaha. Aku bingung mengapa orang sebaik diriku ini masih
juga diizinkan untuk merasakan sakit hati oleh tuhan. Padahal kan banyak orang
bilang kalau orang baik itu pasti akan bahagia. Tapi aku? Aku orang baik tapi
aku tidak bahagia. Malah sekarang aku justru merasa hidupku ini sangat
membosankan dan melelahkan. Hah sudahlah sudah cukup aku kepedean disini dengan
mengatakan aku ini orang yang baik. Kan belum tentu orang diluar sana menilaiku
baik. Setiap orang kan pasti punya penilaian yang berbeda terhadap sikap orang
lain. Mungkin menurutku aku ini baik tapi menurut orang lain belum tentu aku
ini baik. Siapa tau aku menyebalkan atau menjengkelkan. Aku tidak tau. Yang
penting intinya sekarang aku harus berpikiran positif saja.
Aku yakin setelah
kutinggalkan secara tiba-tiba tadi pasti si andra dan kesya tercengang-cengang
melihat sikapku yang sok iye barusan. Hahaha masa bodo emang aku pikirin…
Aku merasa aneh pada
diriku saat ini. Entah mendapat kekuatan dari mana secara tiba-tiba aku tidak
menangis bahkan aku tidak merasa sedih sedikit pun saat melihat andra bersama
wanita lain. Padahal kalau mengingat hari-hari kemarin aku sungguh sangat
lembek sekali dan mudah banget untuk menangis kalau mengingat tentang andra.
Apalagi ini, aku bertemu dengannya. Mengingat tentangnya saja aku sudah
menangis apalagi bertemu. Seharusnya aku nangis kejer tapi ini tidak. Yang
sekarang kurasakan hanyalah rasa benci dan kesal dihatiku saat melihatnya.
Sudah tega menyakitiku tidak minta maaf pula. Bagaimana aku tidak benci dan
kesal coba?
Aku bersyukur dengan
hadirnya rasa benci dan kesalku ini. Ini membuatku sadar bahwa buat apa aku
terus-terusan buang-buang air mata hanya untuk orang yang jahat dan tega
menyakitiku. Mungkin ini pertanda bahwa cepat atau lambat aku pasti bakalan
mudah untuk melupakan andra. Dari sini aku bisa mengambil kesimpulan bahwa
pertama kali diputusin itu memang sangat sakit dan menangis itu wajar untuk
dilakukan untuk mengeluarkan segala sakit hati di dada yang digantikan dengan air
yang turun dari mata.Tapi setelah itu lama kelamaan kita pasti bakalan sadar
bahwa percuma terus-terusan membuang air mata hanya untuk orang yang sudah
menyakiti kita. Menangis sih ya wajar-wajar saja asal jangan berlebihan. Mending
air matanya disimpan aja buat lebaran kalau lagi acara sungkeman (salam-salaman
sama keluarga). Ternyata emang benar ya disetiap masalah itu pasti akau selalu
ada hikmahnya J
***
Keesokan paginya aku
bangun dan langsung merasakan betapa pegalnya diriku. Karena semalaman kemarin
kuhabiskan untuk jalan-jalan dan nongkrong bareng di pim bersama teman-temanku
hingga pulang larut malam. Aku langsung beranjak dari kasurku dan menuju kamar
mandi, mencuci muka, serta menggosok gigi. Dan kemudian berganti pakaian untuk
lari pagi. Ini sudah merupakan kegiatan rutinku
saat libur dipagi hari sejak kecil. Setelah semuanya siap, aku pun
langsung turun melesat ke ruang makan dan
meminum setengah gelas susu dan berpamitan dengan mama.
Udara pagi sejuk terasa,
jalanan disekitar kompleks perumahanku juga masih sepi belum terlalu banyak
orang. Serasa kompleks ini saat ini milikku. Aku berlari kesana kemari dan
terus berlari-lari kecil sambil mendengarkan lagu dari ipodku. Entah mengapa
aku semangat sekali dipagi hari ini. “huu wouwoo that something bout love that
break your heart wo..o..o..o but don’t give up that something bout love..”
saking semangatnya aku sampai bersenandung ria menyanyikan sedikit reff dari
lagu david archuleta yang berjudul something bout love itu. Menurutku lagu itu
sedang cocok untuk suasana hatiku sekarang. Selain lagunya yang bersemangat
liriknya juga menurutku cocok dan ngena banget untukku hehehe, jadi tak ada
salahnya kan aku bernyanyi-nyanyi ria sekarang? Toh tidak bakalan ada korban
yang terkena sakit kuping kok. Kan jalanan kompleks masih sepi, jadi hanya aku
yang mendengarkan suara cemprengku ini. Setelah merasa lelah, aku beristirahat
sebentar ditaman dan membeli satu botol aqua. Aku langsung meneguknya
sampai habis secepat kilat. Karena aku benar-benar haus sekali seperti orang
yang tidak pernah minum sewindu (lebay banget). Setelah beristirahat sebentar
dan meluruskan otot-otot kaki yang terasa pegal, aku pun melanjutkan acara lari
pagiku menuju ke rumah tercintah. Perutku sudah mengeliut geliut minta diisi. Aku
yakin mama dan mbok darmi pasti sudah menyiapkan makanan yang enak dan siap
disantap olehku saat tiba nanti.
Setibanya dirumah aku
langsung melepas sepatu olahragaku dan langsung ngacir ke ruang makandengan bau
keringat yang masih menempel ditubuhku. Eww. Mencium bau udang goreng mayonise
favoritku aku langsung merasa tergiur dan tanpa buang waktu aku berniat untuk
mencomotnya. Baru saja aku ingin mengambil udang itu tiba-tiba mama sudah
nyerocos “na, tadi ada teman kamu telfon. Mama bilang kamu lagi lari pagi. Trus
dia titip pesan ke mama katanya kalau kamu sudah pulang kamu disuruh nge-check
hp katanya” aku tertegun, siapa temanku yang rajin amat nelfonin aku pagi-pagi
sampai ke telefon rumah segala lagi. “memangnya yang nelfon cowo/cewe ma?”
tanyaku. “cowo na, ciee lana ditelfon cowo pagi-pagi.” aku langsung lari naik
kekamarku dan melupakan si udang mayonise demi mengecheck hp-ku karena aku
penasaran banget siapa cowo yang menelfonku pagi-pagi itu. Di monitor hp-ku
tertera 15 panggilan tidak terjawab. Seketika aku langsung melongo begitu
mengetahui siapa yang melfonku sampai 15x dipagi hari ini. Nomor itu sangat
kukenal walaupun sudah kuhapus dari contact-ku, tapi aku masih saja
mengingatnya. Itu nomor andra! Ragu-ragu ingin ku telfon balik tapi aku malas,
tapi jika tidak kutelfon aku akan dihantui rasa penasaran terus. Ujung-ujungnya
akhirnya ku telfon juga. Belum sempat mengucapkan “hallo” andra sudah
mendahuluiku dan langsung mengatakan “na, bisa gak kalau sore ini kita ketemuan
ditaman sari? Ada yang mesti gue omongin sama lo. Penting banget na. plis bisa ya?” speechles. Aku terdiam cukup lama hingga telfon diseberang kembali
menegurku “hallo, na? na? lo masih hidup kan? na? halo? Halo?” “eh iya ndra,
sorry sorry lo tadi bilang mau ketemuan di taman sari? Emang lo mau ngomongin
apaansih? Penting banget gitu sampe harus ketemuan segala?” jawabbku jutek.
“iya na penting, bisa ya?” rayunya lagi. “hhh oke deh bisa. Jam berapa?”
“sekitar jam 4an na” kata andra. “oke sip” jawabku datar dan singkat. “bisa ya na?”
tanyanya sekali lagi meyakinkan. “iya” jawabku singkat dan datar lagi. “oke
sip, thanks ya na” setalah itu telfon pun ditutup dan berganti dengan bunyi
tutt..tutt..tutt..
Aku bingung 3 keliling. Aku
masih bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakan andra sampai-sampai aku harus
bertemu dengannya. Jujur aku malas sekali. Tapi sudahlah tak usah dibingungin.
Tunggu saja jawabannya sore nanti. Yang penting sekarang aku harus turun ke
bawah dan melahap udang mayonise ku…
***
Sore hari ditaman sari…
Lebih tepatnya taman
saat andra memutuskan ku waktu itu.
Dia datang lebih awal
dan sudah menungguku duduk dibangku taman.
Aku menghampirinya dan
langsung duduk disebelahnya. Diam. Yang terdengar hanya hembusan napasku dan andra. Aku paling tidak
suka suasana canggung seperti ini, biasanya kalau sudah begini aku langsung
membuka pembicaraan dengan banyak topik yang sudah ada dikepalaku. Tapi untuk
sekarang ini, aku menahan diri untuk berbicara. aku ingin andra
yang memulai pembicaraan duluan.
10 menit berlalu
akhirnya andra mulai bersuara juga. Tapi, sekalinya bersuara dia membuatku
terkaget-kaget. “gue minta maaf” 3 kata itulah yang membuatku kaget. Aku tidak
percaya 3 kata itu secara tiba-tiba bisa terlontar dari mulut andra. Aku pikir
dia tidak akan pernah mengucapakna 3 kata itu padaku.
“minta maaf untuk apa?”
tanyaku pura-pura berlaga blo’on. “untuk semua yang gue lakuin ke lo. Sorry gue
udah nyakitin lo dan dengan waktu yang singkat setelah putus gue langsung
jadian sama orang lain.” Wetdeh, masalah udah dari kapan dia baru nyadar
sekarang kalo dia itu udah nyakitin gue. Banget malah. Tapi gpp lah dari pada
dia ngga nyadar-nyadar? Lebih bagus begini nyadarnya. Ya walaupun telat.
Batinku dalam hati. “yaudahlah, udah berlalu ini kan? gausah dibahas lagi lah
ndra.” Jawabku tenang. “tapi gue ngga bisa tenang na, saat gue lagi berdua sama
kesya atau saat gue lagi sendirian di kamar, gue selalu keinget lo lagi dan lo
lagi. Gue ngerasa bersalah banget sama lo, maka dari itu gue minta ketemuan
sama lo sekarang. Gue cuman mau minta maaf sama lo supaya hati gue tenang dan
ngga diliputi lagi sama rasa bersalah.” Jelasnya secara detail. “ndar, gue
boleh nanya?” aku bertanya selirih mungkin. “boleh” jawab andra. “sebenarnya pas waktu lo mutusin gue,
alasannya bukan karena lo ngerasa kita lebih cocok jadi teman kan? tapi karena
lo suka sama kesya. Iya kan ndra?” dag dig dug serrr. Andra mendesah. “oh
masalah itu, iya na apa kata lo itu emang benar. Gue suka sama kesya makanya
gue mutusin lo. Gue ngga pengen buat lo lebih sakit hati makanya gue
cepet-cepet mutusin lo. Sorry naa gue nggaa…” belum sempat andra menyelesaikan
penjelasannya sudah kupotong duluan. “iya ndar gpp kok gue ngerti. Gue cuman
pengen mastiin aja dugaan gue selama ini benar atau salah. Emang lo suka sama kesya udar dari
kapan ndra? Kalo gue boleh tau” tanyaku karena penasaran. “sehari sebelum kita
putus. Waktu itu gue ketemu dia di mall, trus gue ngga sengaja nabrak dia dan
bungkus j.co nya jatuh. Gue ngga enak sama dia, akhirnya gue ngajak dia ke j.co
dan ngegantiin donatnya. Disitu kita juga ngopi bareng sambil ngobrol-ngobrol. Dari
situlah gue suka sama dia.” Jujur ya sekarang ini aku nyesek pas dengar
kata-kata andra barusan. Tapi aku harus kuat! Gaboleh nangis na gaboleh
cengeng! Aku menyemangati diriku sendiri dalam hati. “na, lo mau maafin gue
kan?” pinta andra. “gue emang sakit hati pas itu gue juga sakit hati banget pas
ngeliat lo sama kesya dinner berdua kemarin di florenza. Apalagi sekarang pas
tau lo suka sama kesya sehari sebelum kita putus. Jujur sekarang ini gue nyesek
ndra dengernya. Hehe,” aku berhenti sebentar dan tertawa maksa sedikit untuk
menghibur hatiku yang lagi nyesek ini. Lalu kulanjutkan kata-kataku. “tapi ngga
ada salahnya kan buat gue untuk memaafkan itu semua” kataku tulus sambil
memberanikan diri untuk menatap mata andra yang teduh dan menenangkan itu. “makasih
banyak na, lo orang baik. Gue yakin suatu saat lo pasti bakalan dapet orang
yang lebih baik dari gue. Sekali lagi sorry ya na udah nyakitin lo. Kita tetep
bisa jadi teman seperti dulu kan?” ucap andra sambil mengajukan jari
kelingkingnya kepadaku. Aku pun membalas melilitkan jari kelingkingku
dikelingking andra dan menjawab dengan mantap “bisa ndra!”
Aku tersenyum. Tersenyum
karena masalah ini sudah berakhir dengan baik. Tersenyum karena aku sudah bisa
mengikhlaskan andra untuk kesya. Tersenyum karena andra mengajakku untuk
berteman baik seperti dulu. Lega dan plong sekali rasanya. mungkin sekarang ini
aku still love sama kamu ndra. Tapi bukan still love sebagai mantan. Melainkan,
still love sebagai teman J
bumi terus berputar dan itu berarti kehidupan
juga terus berjalan. Aku tidak boleh menengok ke belakang lagi. Aku harus
melihat ke depan! Dari sini aku bisa mendapatkan pelajaran yang berarti. Aku belajar
untuk memaafkan kesalahan orang lain dan mengikhlaskan segala hal yang
menyakitkan yang pernah terjadi. Beginilah hidup. Selalu di penuhi dengan rasa
manis dan pahit. Jika tidak ada rasa pahit itu tidak akan membuat hidup ini
lebih berwarna! :D
oke sekian dari cerita singkat yang asal jadi dari gue ini yaa. semoga lo yang ngebaca suka :-)
keep smile and love your
life
nesia ald’syvrJ