kau memintaku untuk menjadi pacarmu...
aku sungguh bahagia, inilah saat yang kutunggu. Pertama kalinya aku merasakan betapa indahnya cinta.
kau yang mengajarkan apa arti cinta itu. ada rasa rindu yang menyerang hati ketika sedang jauh, ada rasa senang, bahagia, canda, tawa, saat kita sedang bersama.
Hari-hari indah ku lewati bersamamu. kau selalu hadir & temani aku saat aku kesepian, kau selalu menghiburku saat aku merasa sedih dengan lelucon yang kau buat hingga aku tertawa. tertawa bahagia karena bisa memilikimu.
kau yakin kan aku, bahwa hanya akulah wanita satu-satunya dihatimu. kau yakin kan aku betapa kau sangat mencintaiku & menyayangiku dengan tulus. tidak terlihat sedikit pun keraguan dimatamu akan cintamu yang tulus kepadaku. Suatu waktu aku sempat berpikir bahwa kau adalah cinta sejatiku. sampai aku dewasa nanti aku akan terus bersamamu. selamanya. tapi takdir berkata lain, aku salah. Ternyata kau bukanlah cinta sejatiku...
suatu pagi, kau mengajakku pergi ke suatu tempat.
Tempat itu begitu romantis, tenang, dan indah. Namun, entah mengapa perasaanku merasa tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dihatiku. Tapi, aku buang perasaan itu jauh-jauh dan aku berpikir kau akan memberikan surprise yang manis untukku.
Namun........dugaanku salah besar. sangat salah.
Kau jutru mengatakan seuatu yang paling aku khawatirkan dan paling menyakitkan bagiku.
"Aku ingin kita menjadi teman saja." kau...kau memintaku untuk menjadi temanmu. Bukan pacarmu lagi.
Oh ya! aku baru tau, inilah yang menjawab perasaan tidak tenang-ku sedari tadi. Dan inilah surprise manisnya.
Aku mencoba sekuat mungkin menahan air mata yang ingin segera meluap keluar membasahi wajahku. Aku mencoba semampuku untuk menahan rasa sakit yang begitu dalam dihatiku. Speechless. Aku masih tidak percaya dengan perkataan-nya barusan. Aku berharap ini semua hanya mimpi yang sangat buruk. tapi tidak! ini bukan mimpi! ini kenyataan!
Dia memutuskan hubungan denganku dan memintaku untuk menjadi temannya saja.
Setelah hampir 3 minggu kita bersama akhirnya kau memutuskan hubungan denganku. Sungguh ini pertama kalinya juga aku merasakan betapa sakitnya cinta. Sakit yang begitu dalam. Saat baru pertama kali aku merasakan cinta, ku pikir cerita cintaku akan seindah seperti di novel-novel atau film-film yang berakhir dengan "Happy ending" tapi ternyata...cintaku tak seindah yang ku bayangkan. Tak seindah khayalanku. Justru malah sangat menyakitkan dan menyesakkan dada.
Aku bertanya apa alasanmu meminta mengakhiri hubungan denganku. Dan simple saja kau menjawab "Aku pikir, kita tidak cocok untuk pacaran, aku pikir kita lebih baik berteman saja."
"Mengapa? mengapa tidak cocok?" kataku sambil berusaha menahan tangisku agar tidak pecah.
"Aku tidak tahu, tapi aku merasa seperti itu. Aku merasa bahwa kita lebih cocok untuk berteman saja."
Bingung, diam, dan tak mengerti. Tidak mungkin hanya itulah alasannya. Perasaanku mengatakan apakah dia sudah tidak mencintaiku lagi? dia bosan denganku? atau ada wanita lain dihatinya? atau ada sesuatu-entah-apa, mungkin sesuatu yang pribadi yang tidak ingin dia jelaskan padaku. Aku tidak tau. Tapi aku yakin pasti ada alasan lain yang begitu tepat selain alasan "Kita lebih baik berteman saja." tapi aku tidak berniat untuk menanyakan lebih lanjut. Aku sudah tidak tahan. Aku ingin pulang dan menangis sepuasnya dikamarku.
Akhirnya setelah lama berdiam-diaman, dengan berat hati aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya.
Walaupun hanya hampir 3 minggu aku bersamanya, aku tetap bersyukur. Karena dalam waktu yang singkat itu Tuhan mengizinkan ku untuk merasakan bagaimana indahnya cinta itu dan bagaimana rasanya disakiti...
Menangis, menangis, dan menangis
Hanya itulah yang bisa aku lakukan. Cinta pertamaku pergi meninggalkan diriku. Meninggalkan luka yang sangat dalam dihati. Kini semua hanya tinggal cerita. Cerita indah, manis, namun berakhir dengan pahit. Tapi tak apa, aku ikhlas. Aku berharap dia bisa menemukan wanita lain pengganti diriku yang jauh lebih baik. Dan aku pun yakin suatu saat nanti aku juga pasti akan menemukan laki-laki yang jauh lebih baik dari-nya.
Beberapa hari setelah putus darimu, aku mencoba untuk tidak mengingat semua tentangmu lagi. Aku ingin melupakanmu. Tapi sungguh, aku tidak bisa. Semakin aku mencba mati-matian untuk melupakanmu, malah semakin sering aku mengingat semua hal tentangmu. Memang tidak mudah melupakan seseorang yang terlanjur punya tempat istimewa di hati. Apalagi orang itu adalah "First love" alias cinta pertama kita. Bagaimana bisa aku melupakanmu, jika terkadang bayang-bayangmu masih selalu menghiasi mimpi-mimpiku, dan selalu hadir dalam lamunanku.
Jujur sampai sekarang ini aku masih selalu nge-stalk timelinemu di twitter, memerhatikan aktivitasmu di facebook atau bbm. Kadang, sebelum tidur pun aku selalu mengechek semuanya.
Aku tau itu adalah hal yang bodoh. Sangat bodoh. Untuk apa aku mengechek semua itu? aku sudah bukan pacarmu lagi. Aku bukan siapa-siapa, aku hanya temanmu. TE-MAN-MU.
Seandainya waktu bisa kuputar kembali, menggunakan mesin pemutar waktu-nya doraemon. Akan kuputar ke masa dimana masih ada kamu, masa dimana kita masih sama-sama. Tapi sayangnya tidak bisa. Di dunia ini tidak ada doraemon dan tidak ada mesin pemutar waktu. Itu hanya ada dalam khayalan saja.
Saat ini, aku sangat merindukanmu. Hal yang paling aku rindukan saat ini adalah ketika kau datang kerumahku, lalu kita bermain di taman. Bercanda, tertawa bersama, berbagi cerita, ditemani oleh bintang-bintang yang bertaburan menghiasi langit dan bulan sabit yang sempurna.
Aku senang sekali melihat bintang, apalagi pada saat itu aku melihat bintang sambil ditemani oleh orang yang kusayangi. Malam itu...sungguh malam yang sangat indah. langit pun seakan akan ikut merasa senang melihat kami bersama. Huh, sudahlah lupakan lupakan dan lupakan. Mengingat hal itu hanya mengurungku dalam kesedihan terus-menerus.
Aku hanya meminta dua hal darimu. Jangan pernah lupakan aku dan jangan pernah kau lupakan cerita kita dalam waktu yang singkat itu...
Skip dulu ceritanya yaa, masih ada lanjutannya lagi. Tunggu di i still love you part2!
keep strong & moving on
-nesia ald'syvr B-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar