Kamis, 31 Mei 2012

26-05-2012

1 hari sudah, hari menyakitkan itu terlewat.
1 hari sudah, hari dimana air mata ini menyeruak dengan saat derasnya.
1 hari sudah,hari dimana aku harus berpura-pura baik baik saja...

***
Sore itu cuaca sangat lumayan bersahabat, Matahari memancarkan sinarnya  namun diiringin desauan angin.
Di dalam mobil menuju Rumah saudaraku, Aku hanya bisa termenung sambil menatap keadaan jalan di luar sana. Hanya berpikir .
Berpikir 1 subyek yang kemarin telah menghabiskan malamku yang  kelam.
Berpikir, kenapa semuanya bisa terjadi .
Setengah jam berpikir tentang 1 subyek itu, seorang wanita yang selalu mensuportku dalam keadaan baik dan buruk, membuyarkan lamunanku
"Kok diem aja?Biasanya cerewet sama adekmu. Ayo turun"
aku memandang sekelilingku. Ini bukanlah rumah saudaraku, ini adalah pasar swalayan.
"Kok turun disini? ngga jadi kerumah om nya?" tanyaku
" Mama mau ke atm dulu, disitu ada penjual kebab juga tuh kak. mau?"
"Mau" balasku cepat. Melamun ternyata membuat lapar juga, pikirku
"Tunggu disini ya,mama ke atm dulu, papamu lg parkir mobil sebentar. Udah mama pesenin kok kebabnya."
aku hanya mengangguk.

Cape berdiri menunggu pesanan kebab , aku pun duduk di undakan tangga. Matahari sore itu tidak panas melainkan hangat. Desauan angin menyapu poniku, sedikit menenangkan,daripada stay dirumah sambil menggalaui 1 subyek itu.
Sekali lagi hanya bisa memikirkan 1 subyek itu. Kesal sendiri, aku pun mengambil kerikil dan membuangnya.
Dan sekali lagi, ada yang membuyarkan pikiran ini
"Dek,kebabnya udah jadi"
lantas aku berdiri cepat, "Eh iya,makasih ya mas. Bayarnya tunggu mamah balik ya"

Setelah kebab jadi, langsung aku melahapnya.
Kebab ini semakin enak saja kalo disantap dalam desauan angin seperti ini .
Aku pun mengamati sekitar. Mencoba tidak memikirkan lagi 1 subyek itu.
Tiba-tiba aku menangkap seorang bocah kecil dengan baju lusuh sambil menyodorkan bekas gelas plastik hop hop.
Dia duduk bersilang kaki di dekat pagar kecil, sambil berharap-harap sebuah lembaran uang masuk ke dalam gelas plastiknya.
Aku mengamatinya. Kasihan,pikirku.
entah ada angin apa disini, aku ingin membagi kebab ini kepadanya. Lumayan,mama memesan kebab ini ukuran yang panjang.
Ketika akan beranjak, aku berpikir lagi. Kira-kira bocah itu suka kebab gak yaa..
Aku memutuskan untuk mencari jalan lain.

"Kebabnya udah kak? Nih bayar. Ada kembaliannya loh ya itu" ujar mama tiba-tiba
"Oke,kalo kembaliannya sedikit aku korupsiin boleh gak ma?"
"eh?korupsiin?"
"Iya,aku mau korupsiin buat bocah yang disana" tunjukku ke arah pagar kecil itu.
Mama hanya tersenyum dan mengangguk.
Setelah membayar,
Maka aku langsung menghampiri bocah itu dan meletakkan koin seribu di gelas plastiknya yang masih kosong  .
Seketika,wajahnya langsung terangkat dan tersenyum
"Makasih ya kak,"
aku hanya mengangguk dan balas tersenyum.

Sekembalian aku dari bocah itu, papa langsung merangkulku sambil menyodorkan segelas cappucino hangat.
"Begitu dong anak papa, Lebih baik beramal kan daripada galau-galau"
aku hanya tertawa pendek, sambil menikmati sore itu bersama keluargaku dan seorang bocah laki-laki di seberang sana . Yang masih tersenyum....




untuk 10desember2011...
terimakasih atas semua kenangan :)
- Tasya -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar